SUPER-HYPER-DEBASEMENT?

Salah satu peninggalan kejayaan Romawi Kuno

Tahukah Anda, peradaban-peradaban besar seperti Yunani, Romawi, Persia, dan Islam semuanya menggunakan koin emas dan perak sebagai mata uang utama? Sedangkan tembaga adalah alat tukar bantu yang kurang berharga, alias untuk belanja recehan.

Tetapi tiba-tiba ada suatu masa yang menghancurkan mereka dengan penyebab yang sama.

Mereka memang hidup dalam periode yang berbeda-beda. Meski demikian, akibat perilaku yang serupa itu membuat mereka sama-sama merugi.

Apakah penyebab itu?

Coinage debasement, yakni mencampur koin emas dan/atau perak dengan logam yang kurang berharga seperti tembaga.

Hal itu membuat terjadinya krisis ekonomi besar-besaran, rakyat kelaparan, bahkan bisa menghanguskan peradaban sebesar Yunani dan Romawi.

Nah, jika coinage debasement yang mana proses pencampuran logam utama yang berharga dengan yang kurang berharga misalnya semula komposisi emasnya 90 persen menjadi hanya 50 persen saja dapat membuat kerusakan di muka bumi, padahal logamnya masih ada meskipun tinggal sedikit. Singkatnya, masih ada nilai intrinsiknya.

Apakah mencetak mata uang kertas yang hanya bermodalkan kertas tak berharga itu dapat menjamin keutuhan sistem ribawi ini?

Jika perilaku orang-orang Yunani, Romawi, Persia, dan Dinasti Mamluk (Islam) yang hanya memanipulasi secuil logam saja sudah menghancurkan dan (paling tidak) mengancam peradaban mereka, apakah konsekuensi menciptakan mata uang dari udara hampa melalui sistem FRACTIONAL RESERVE BANKING dalam dunia perbankan?

Saya ingin memberinya istilah “Super-Hyper-Debasement”, Anda setuju?

Terus solusinya gimana? Mulailah gunakan uang sejati: emas dan perak, Dinar dan Dirham, seperti dulu ketika masa jaya peradaban-perdaban besar.

Sekarang sudah jamak beredar Dinar dan Dirham yang dikeluarkan oleh Kesultanan dan Amirat lokal (Amirat Nusantara dan Amirat Sumatera Timur). Mulai gunakan itu. Dan kabarnya sebentar lagi juga akan keluar koin Fulus yang tebuat dari tembaga, biasa digunakan untuk belanja recehan. Dapatkan di wakala-wakala terdekat.

Selengkapnya baca di buku: KERTAS ATAU EMAS? (klik di sini)

Salam muamalah!

Silakan Like & Share jika bermanfaat.

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published.